Dari sebuah desa di ujung utara Aceh, Lhok Kuyuen, laporan perkembangan pembangunan jembatan disampaikan langsung kepada Presiden. Senin lalu, Jenderal Maruli Simanjuntak selaku Ketua Satgas Jembatan melaporkan, pekerjaan sudah menyebar ke lebih dari seribu titik di seluruh Indonesia. Angka yang cukup signifikan.
"Izin melaporkan tentang jembatan," ujar Maruli kepada Prabowo Subianto.
"Pada saat ini kita sudah mulai mengerjakan di 1.072 jembatan. 218 di antaranya sudah selesai."
Namun begitu, fokusnya tak cuma pada jumlah. Wilayah-wilayah yang porak-poranda akibat bencana mendapat perhatian khusus. Berdasarkan survei lapangan, setidaknya ada 480 jembatan di area bencana yang butuh penanganan cepat. Dari jumlah itu, kata Maruli, 148 jembatan berhasil diselesaikan oleh personel TNI AD.
"Khususnya untuk di daerah bencana Pak, kami sudah mensurvei ada 480 jembatan. Kemungkinan ini juga akan terus bertambah. Kami sudah menyelesaikan 145 jembatan," jelasnya.
Dalam laporannya, Maruli juga menyisipkan apresiasi. Dia berterima kasih pada jajaran pemerintah yang mempermudah koordinasi antar kementerian. Kerja sama itu, harapannya, bisa terus memacu tempo pembangunan.
Targetnya cukup ambisius. Untuk jembatan di kawasan bencana, ditargetkan rampung Agustus mendatang. Sementara untuk total jembatan di seluruh tanah air, ada harapan besar bisa tuntas di awal tahun depan.
"Kami berharap target di bulan Agustus jembatan bisa selesai, sekolah di bulan Oktober selesai di daerah bencana," kata Maruli.
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Pikap Penuh Penumpang di Kebumen
Nadiem Bantah Tuduhan Pemerkayaan Rp6 Triliun dari SPT Pajak di Sidang Chromebook
Wali Kota Solo Pastikan Pengawasan Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis
Terdakwa Kasus Mutilasi Tiara Ungkap Motif: Emosi yang Menumpuk