Harga minyak mentah dunia melonjak, menembus angka US$ 100 per barel. Pemicunya? Konflik bersenjata yang dikobarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu. Di tengah kekhawatiran bakal memicu krisis inflasi global, respons datang dari mantan Presiden AS Donald Trump.
Lewat akun Truth Social-nya, Trump justru menyikapi lonjakan harga itu dengan nada yang terkesan santai. Menurutnya, kenaikan ini cuma fenomena jangka pendek belaka.
"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi AS, dan Dunia, dan Keamanan dan Perdamaian," tulis Trump dalam pernyataannya, seperti dilaporkan Bloomberg dan Al Arabiya, Senin (9/3/2026).
Ia bahkan menegaskan pendiriannya dengan kalimat yang lebih keras.
"HANYA ORANG BODOH YANG AKAN BERPIKIR SECARA BERBEDA," tegasnya.
Artikel Terkait
Pemuda Terluka Parah Usai Motor Terperosok Lubang Tersamar Genangan di MT Haryono
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Baru Hasil Rehabilitasi Pasca Bencana
Presiden Prabowo Janjikan Beasiswa ke Siswi Nias Usai Viral Video Bahaya ke Sekolah
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Baru di Wilayah Bencana Sumatra