Harga Minyak Tembus US$100, Trump Sebut Hanya Fenomena Jangka Pendek

- Senin, 09 Maret 2026 | 15:55 WIB
Harga Minyak Tembus US$100, Trump Sebut Hanya Fenomena Jangka Pendek

Harga minyak mentah dunia melonjak, menembus angka US$ 100 per barel. Pemicunya? Konflik bersenjata yang dikobarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu. Di tengah kekhawatiran bakal memicu krisis inflasi global, respons datang dari mantan Presiden AS Donald Trump.

Lewat akun Truth Social-nya, Trump justru menyikapi lonjakan harga itu dengan nada yang terkesan santai. Menurutnya, kenaikan ini cuma fenomena jangka pendek belaka.

"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi AS, dan Dunia, dan Keamanan dan Perdamaian," tulis Trump dalam pernyataannya, seperti dilaporkan Bloomberg dan Al Arabiya, Senin (9/3/2026).

Ia bahkan menegaskan pendiriannya dengan kalimat yang lebih keras.

"HANYA ORANG BODOH YANG AKAN BERPIKIR SECARA BERBEDA," tegasnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar