Di tengah ketegangan yang terus memanas, tiga pesawat pengebom Amerika Serikat baru saja mendarat di Inggris. Ini terjadi saat Pentagon bersiap untuk apa yang mereka sebut sebagai "peningkatan" serangan terhadap target-target di Iran.
Menurut laporan Middle East Eye Senin lalu, salah satu pesawat, sebuah B-1 Lancer, sudah lebih dulu tiba. Ia mendarat di Pangkalan Udara Fairford, Gloucestershire, pada Jumat malam waktu setempat. Kawasan itu terletak di Inggris bagian selatan.
Kedatangan dua pesawat pengebom lainnya menyusul keesokan harinya, Sabtu pagi. Mereka mendarat di pangkalan udara yang sama. Dan rupanya, ini belum selesai. Pangkalan di Gloucestershire itu diperkirakan akan kedatangan lebih banyak lagi pesawat militer AS dalam beberapa hari ke depan.
B-1 Lancer bukan main-main. Harganya bisa mencapai US$ 2 miliar per unit. Yang lebih mengesankan, pesawat ini sanggup membawa 24 rudal jelajah sekaligus. Kemampuan itu membuatnya bisa melakukan misi jarak jauh, hampir-hampir tanpa terdeteksi radar musuh.
Angkatan Udara AS sendiri menggambarkan pesawat ini dengan bangga. Mereka menyebut B-1 Lancer dapat "dengan cepat mengirimkan sejumlah besar senjata presisi dan non-presisi terhadap musuh, di mana pun, dan pada waktu kapan pun."
Tak cuma pengebom, pangkalan itu juga kedatangan pesawat kargo raksasa. Secara terpisah, sebuah C-5 Galaxy mendarat di hari Jumat yang sama. Pesawat ini dikenal sebagai pesawat terbesar dalam armada militer Amerika Serikat. Kehadirannya tentu menambah kesan bahwa persiapan sedang berlangsung serius.
Artikel Terkait
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa Polisi sebagai Saksi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
Gubernur Jabar Copot Kepala UPTD Tikomdik Imbas Gangguan Sistem PPDB, Pengelolaan Dialihkan ke Diskominfo
Xi dan Kim Sepakat Perdalam Kerja Sama di Tengah Kekhawatiran Beijing atas Kedekatan Pyongyang dengan Moskow
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino Ekstrem dan Tekan Impor BBM