Tim SAR Temukan Korban Kelima Longsor Sampah Bantargebang

- Senin, 09 Maret 2026 | 13:15 WIB
Tim SAR Temukan Korban Kelima Longsor Sampah Bantargebang

Hari Senin (9/3/2026) di TPST Bantargebang, Bekasi, suasana masih tegang. Tim SAR Gabungan berhasil mengangkat satu jenazah lagi dari timbunan sampah yang longsor. Penemuan ini, sayangnya, semakin menambah panjang daftar korban jiwa.

Jenazah ditemukan tak jauh dari lokasi sebuah truk yang sudah dievakuasi sejak Minggu malam. Menurut keterangan di lokasi, korban diduga kuat adalah sopir truk tersebut. "Diduga kemungkinan korban yang ditemukan hari ini adalah sopir yang ada di truk yang kita temukan tadi malam," ujar Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari.

Dia menjelaskan, proses evakuasi cukup berat. Korban tertimbun di kedalaman sekitar sepuluh meter, dengan jarak hanya lima meter dari truk yang sudah ditemukan sebelumnya. "Lumayanlah sampai 10 meter ya tadi itu kalau tidak salah diangkatnya," tambah Desiana, menggambarkan upaya timnya.

Dengan temuan terbaru ini, total korban meninggal dalam musibah longsor sampah itu kini menjadi lima orang. Desiana mengonfirmasi, "Tambah satu tadi ya. Sebelumnya empat ya tadi malam, tambah satu jadi total yang meninggal ada lima orang."

Jenazah korban kelima langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi formal. Soal identitas, pihak SAR menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. "Untuk identitas nanti dari pihak Kepolisian yang akan menyampaikan," jelas Desiana.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti penyebab insiden ini. Longsoran sampah di Bantargebang disebutnya akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur kawasan itu.

Hingga Senin siang, daftar sementara korban meninggal adalah:

  1. Enda Widayanti (25), pemilik warung.
  2. Sumine (60), juga pemilik warung.
  3. Dedi Sutrisno, sopir truk.
  4. Irwan Suprihatin, sopir truk.
  5. Satu korban baru, diduga sopir truk, masih menunggu identifikasi resmi.

Operasi pencarian dan evakuasi di lokasi bencana terus berlanjut. Suara mesin alat berat masih terdengar, sementara harapan untuk menemukan korban lain masih ada, meski semakin tipis.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar