Bedah Rumah Kementerian Imipas Ubah Nasib Lima Warga Warungkiara, dari Rumah Bocor Kini Layak Huni

- Rabu, 10 Juni 2026 | 20:10 WIB
Bedah Rumah Kementerian Imipas Ubah Nasib Lima Warga Warungkiara, dari Rumah Bocor Kini Layak Huni

Rasa syukur mendalam terucap dari lima warga Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, setelah rumah mereka yang semula tidak layak huni kini berubah total menjadi tempat tinggal yang lebih baik dan aman. Program bedah rumah yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) ini menjadi titik balik bagi mereka yang selama bertahun-tahun harus bertahan di balik dinding bilik bocor dan lantai tanah.

Salah satu penerima manfaat, Asep (46), tak kuasa menahan haru saat menceritakan perubahan yang dialaminya. Pria yang sehari-hari berjualan bubur ayam ini mengaku kini bisa tidur tenang tanpa rasa waswas saat musim hujan tiba. “Alhamdulillah. Sekarang hati tenang lah buat anak, istri, orang tua. Tinggal juga enggak waswas kalau musim hujan. Kalau kemarin kan musim hujan mesti siapin nampung bocor. Nah, kalau sekarang udah layak huni, benar-benar layak huni,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (10/6/2026).

Di rumah yang telah direnovasi tersebut, Asep tinggal bersama tiga anggota keluarganya, yakni istri, satu orang anak, dan ayahnya. Ia mengaku selama ini selalu berdoa agar memiliki cukup uang untuk merenovasi rumah. Namun, doa itu terkabul melalui jalan yang tak pernah ia duga sebelumnya. “Ya niatnya udah dari dulu-dulu, udah lama pengin ngebahagiain anak istri. Tapi kan belum ada rezekinya. Ya kebetulan dengan adanya bedah rumah ini, alhamdulillah, berarti udah rezeki,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Uci, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas renovasi yang diterimanya. Ia secara khusus menyebut Menteri Imipas, Agus Andrianto, sebagai penggagas program yang sangat membantunya. “Saya berterima kasih atas renovasi rumah ini, dari Bapak Kementerian dan Lembaga Pemasyarakatan. Ya, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya,” ujar Uci.

Di sisi lain, Jefri, seorang penerima manfaat lainnya, menceritakan perubahan drastis pada rumahnya. Ia mengaku dinding rumahnya hanya setengah bilik dan setengah tanah, serta tidak memiliki kamar mandi pribadi. Kini, kondisinya berbanding terbalik. “Sekarang ada kamar dua, dapur, sama kamar mandinya juga komplit. Sebelumnya di luar. Di luar kamar mandinya,” ucap Jefri.

Selain Asep, Uci, dan Jefri, dua warga Warungkiara lainnya yang turut menerima bantuan bedah rumah adalah Maryono dan Karta. Kelima penerima manfaat tersebut sempat bertemu langsung dengan Menteri Agus Andrianto saat ia meninjau langsung ke lokasi untuk memastikan program berjalan sesuai harapan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar