Di tengah ketegangan global yang memanas, khususnya antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, ada satu hal yang justru menunjukkan stabilitas di Jakarta: harga bahan bakar minyak. Sejak awal Maret 2026, angka-angka di papan penanda SPBU berbagai merek ternama tak bergeser. Situasi geopolitik dunia mungkin bergejolak, tapi di pom bensin, harganya tetap.
Pertamina, misalnya. Melalui laman resminya, perusahaan pelat merah itu mencatat harga untuk seri Pertamax dan Pertamina Dex masih bertahan di posisi Maret lalu. Begini rinciannya di Jakarta.
Pertalite dijual Rp10.000 per liter. Sementara Solar bersubsidi Rp6.800. Untuk yang non-subsidi, Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp13.100, dan Pertamax Green Rp12.900. Adapun Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing Rp14.200 dan Rp14.500 per liter.
Lalu bagaimana dengan pemain lain?
Shell, meski sempat dilaporkan mengalami kelangkaan stok di beberapa lokasi, harganya juga tak berubah sejak Maret. Dari situs resmi Shell, Shell Super dibanderol Rp12.390 per liter. Sedangkan V-Power Diesel Rp14.620.
Nasib serupa dialihi oleh SPBU bp. Harga BBM-nya stabil, persis seperti kondisi awal bulan. BP Ultimate dijual Rp12.930. Lalu ada BP 92 seharga Rp12.390, dan BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter.
Tak ketinggalan, Vivo. Di SPBU mereka, harga juga tak menunjukkan perubahan. Revvo 92 dijual Rp12.390. Revvo 95 sedikit lebih mahal, Rp12.930. Sementara untuk diesel, Diesel Primus dibanderol Rp14.610 per liter.
Jadi, meski berita-berita internasional dipenuhi konflik yang berpotensi menggoyang pasar energi, realitas di SPBU ibu kota untuk saat ini masih cukup tenang. Stabilitas harga itu menjadi penanda atau mungkin sekadar jeda di tengah gejolak yang belum jelas ujungnya.
Artikel Terkait
Anggota TNI Dianiaya di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Pukul Anak
Jemaah Haji Indonesia Diimbau Jaga Kaki dari Lecet dan Panas, Petugas Siapkan Gelar Identitas Antisipasi Tersesat
Mendagri Tito Karnavian Siapkan Insentif Rp1 Triliun untuk Kepala Daerah Berkinerja Baik
Presiden Trump Dievakuasi Usai Penembakan di White House Correspondents’ Dinner, Pelaku Diduga Tamu Hotel