Kabar duka justru datang dari perbatasan. Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan dua personel keamanan perbatasan tewas saat bertugas. Sayangnya, tidak ada penjelasan rinci soal penyebab kematian mereka. Belum jelas apakah ini terkait serangan Iran atau bukan.
Dalam pernyataan terpisah, otoritas mengungkap kerusakan yang lebih luas.
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Kebakaran juga dilaporkan melanda gedung utama Lembaga Publik untuk Jaminan Sosial, yang lagi-lagi memaksa petugas pemadam turun tangan.
Riyadh dalam Keadaan Siaga
Arab Saudi juga tidak luput dari teror di udara. Kementerian Pertahanan Kerajaan melaporkan telah mencegat dan menghancurkan 15 drone yang menyusup, termasuk yang menyasar kawasan diplomatik di jantung ibu kota Riyadh.
Serangan ternyata belum berhenti di situ. Beberapa jam kemudian, tiga drone lagi berhasil ditembak jatuh di sekitar Riyadh. Tindakan ini menunjukkan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi dari pihak Saudi.
Yang menarik, serangan-serangan ini terjadi di tengah situasi diplomatik yang agak paradoks. Presiden Iran sebelumnya sempat meminta maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan terdahulu. Dia bahkan berjanji bahwa negara-negara Teluk tidak akan lagi menjadi sasaran, kecuali jika serangan justru berasal dari wilayah mereka lebih dulu. Nyatanya, janji itu seperti angin lalu. Konflik terus berlanjut, dan ketegangan di kawasan semakin mengental.
Artikel Terkait
Ledakan Kapal Tug Boat di Selat Hormuz, Tiga WNI Dinyatakan Hilang
Jasad Wanita Ditemukan Tinggal Tulang, Suami Siri dan Barang Berharga Raib
Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 Digelar di Balai Kota, Dukung UMKM dan Santuni Anak Yatim
Banjir Dua Meter Rendam Pela Mampang, Brimob Evakuasi Warga