Wakil Ketua MPR Soroti Kesenjangan Gender dan Kekerasan pada Peringatan Hari Perempuan Internasional

- Minggu, 08 Maret 2026 | 11:45 WIB
Wakil Ketua MPR Soroti Kesenjangan Gender dan Kekerasan pada Peringatan Hari Perempuan Internasional

Kebetulan tahun ini, peringatannya beririsan dengan bulan Ramadan. Bagi Rerie, momen ini justru pas untuk meneguhkan nilai-nilai seperti empati dan kepedulian sosial. Nilai-nilai itulah yang mengingatkan bahwa perjuangan mencapai kesetaraan gender adalah tanggung jawab kolektif bukan cuma pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat.

Jadi, jangan cuma dilihat sebagai seremoni belaka. IWD harusnya jadi ruang refleksi juga. Masih banyak tantangan yang menghadang perempuan di berbagai lini, mulai dari ekonomi, politik, sampai soal perlindungan dari kekerasan yang mengkhawatirkan.

Data-data terbaru pun mengonfirmasi kekhawatiran itu. Laporan Global Gender Gap 2025 dari World Economic Forum mencatat skor kesenjangan gender Indonesia di angka 0,692. Posisinya? Ke-97 dari 148 negara. Lalu, ada Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 yang hasilnya cukup memprihatinkan: satu dari empat perempuan berusia 15-64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.

Angka-angka itu, bagi Rerie yang juga duduk di Komisi X DPR menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender dan perlindungan perempuan masih sangat krusial. Butuh perhatian serius, dan cepat.

Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, ia berharap momentum IWD kali ini bisa memantik kesadaran kolektif. Tujuannya satu: mempercepat terwujudnya keadilan dan kesempatan yang setara bagi seluruh perempuan Indonesia.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar