Kebetulan tahun ini, peringatannya beririsan dengan bulan Ramadan. Bagi Rerie, momen ini justru pas untuk meneguhkan nilai-nilai seperti empati dan kepedulian sosial. Nilai-nilai itulah yang mengingatkan bahwa perjuangan mencapai kesetaraan gender adalah tanggung jawab kolektif bukan cuma pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat.
Jadi, jangan cuma dilihat sebagai seremoni belaka. IWD harusnya jadi ruang refleksi juga. Masih banyak tantangan yang menghadang perempuan di berbagai lini, mulai dari ekonomi, politik, sampai soal perlindungan dari kekerasan yang mengkhawatirkan.
Data-data terbaru pun mengonfirmasi kekhawatiran itu. Laporan Global Gender Gap 2025 dari World Economic Forum mencatat skor kesenjangan gender Indonesia di angka 0,692. Posisinya? Ke-97 dari 148 negara. Lalu, ada Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 yang hasilnya cukup memprihatinkan: satu dari empat perempuan berusia 15-64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.
Angka-angka itu, bagi Rerie yang juga duduk di Komisi X DPR menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender dan perlindungan perempuan masih sangat krusial. Butuh perhatian serius, dan cepat.
Sebagai anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, ia berharap momentum IWD kali ini bisa memantik kesadaran kolektif. Tujuannya satu: mempercepat terwujudnya keadilan dan kesempatan yang setara bagi seluruh perempuan Indonesia.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Aturan dan Besaran THR Lebaran 2026 untuk Pekerja Swasta
Jadwal Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Pukul 18.11 WIB
Jadwal Buka Puasa Hari Ini: Jakarta Pukul 18.12, Kepulauan Seribu 18.13
Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Puluhan Masih Hilang