Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka Meski Ketegangan Memanas

- Minggu, 08 Maret 2026 | 07:30 WIB
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka Meski Ketegangan Memanas

2. Oman

Lewat wilayah Musandam-nya, Oman menguasai sisi selatan. Mayoritas jalur pelayaran internasional melewati perairannya, menjadikan Oman penjaga gerbang yang sangat penting. Mereka juga eksportir LNG yang akan langsung terdampak jika selat bermasalah.

3. Uni Emirat Arab (UEA)

UEA adalah eksportir minyak besar lainnya. Tapi mereka punya cadangan. Sebagian ekspor bisa dialihkan via Fujairah yang langsung menghadap Teluk Oman, jadi agak lebih fleksibel dibanding negara tetangga.

4. Qatar

Negeri kecil ini raksasa LNG. Ketergantungannya pada Selat Hormuz sangat tinggi. Sekitar 20% pasokan gas alam cair global dari Teluk Persia lewat sini, dengan Qatar sebagai penyumbang utama. Dampaknya terasa nyata waktu fasilitasnya di Ras Laffan kena serangan drone, produksi pun terpaksa dihentikan sementara.

5. Arab Saudi

Produsen minyak terbesar ini sangat mengandalkan selat ini. Menurut laporan, mereka bahkan sudah meningkatkan volume pengapalan minyak mentah beberapa pekan terakhir ini, sebagai antisipasi atas eskalasi ketegangan.

6. Kuwait

Negara ini termasuk produsen minyak utama di Teluk yang bergantung pada Selat Hormuz. Gangguan di jalur ini bakal langsung memengaruhi kemampuannya mengirim minyak ke pasar, khususnya di Asia.

7. Irak

Pendapatan Irak bertumpu pada minyak. Mereka juga pakai Selat Hormuz sebagai jalur ekspor utama. Penutupan selat akan jadi pukulan telak bagi perekonomian mereka.

8. Bahrain

Peran Bahrain agak berbeda. Selain sebagai produsen minyak, pulau kecil ini jadi rumah bagi Pangkalan Angkatan Laut Kelima AS sejak 1995. Kehadiran militer AS ini punya peran kunci dalam narasi keamanan di selat tersebut.

Itulah delapan negara yang nasib ekonominya erat terkait dengan Selat Hormuz. Setiap gejolak di sana, gemanya terasa ke seluruh penjuru dunia.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar