"Jika target tersebut tercapai maka potensi produksi jagung nasional diperkirakan bisa mencapai bahkan melampaui 4 juta ton," ujar Dedi Prasetyo penuh keyakinan.
Di sisi lain, ia memberi apresiasi khusus untuk jajaran Polda Metro. Walau lahannya tak seluas daerah lain, kontribusi mereka dianggap signifikan lewat berbagai inovasi.
"Polda Metro Jaya tetap berkontribusi melalui berbagai inovasi dan kerja sama lintas sektor. Saat ini telah memanfaatkan lahan sekitar 50 hektare untuk penanaman jagung dan akan terus dikembangkan," tuturnya.
Lahan di Cikarang itu tak cuma untuk jagung. Ada juga tanaman pendamping lain. Tujuannya jelas, mendukung ekosistem rantai pasok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polri pun tak bekerja sendirian. Mereka menjalin kolaborasi dengan banyak pihak: perusahaan perkebunan, PTPN, hingga Kementerian Kehutanan lewat program hutan sosial. Sektor swasta juga dilibatkan untuk membuka lahan tanam yang lebih luas lagi.
Dukungan tak cuma dari sisi lahan. Dari sisi permodalan, Polri menggandeng Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok tani. Koperasi Polri juga digerakkan untuk membantu kebutuhan praktis para petani, mulai dari bibit dan pupuk, sampai ke alat-alat pertanian.
Semuanya digerakkan untuk satu tujuan: swasembada. Jargon yang kerap didengar, tapi kini diwujudkan dengan pencangkulan dan bibit di tangan.
Artikel Terkait
NasDem Fokus Perbaiki Basis Jawa yang Lemah Menuju Target 100 Kursi di 2029
Enam Mahasiswa Indonesia Tampilkan Budaya Nusantara di Acara Buka Puasa Bersama di Tunisia
Basarnas Banten Evakuasi Kapten Kapal Tanker Rusia yang Sakit Serius di Perairan Merak
Komnas Perempuan Apresiasi Respons Cepat Menpora, Soroti Pentingnya Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Olahraga