PGN Catat Kinerja Operasional dan Pendapatan Solid di Tengah Penyesuaian Aset Non-Tunai

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:30 WIB
PGN Catat Kinerja Operasional dan Pendapatan Solid di Tengah Penyesuaian Aset Non-Tunai

Jakarta, 7 Maret 2026 – Di tengah dinamika industri energi yang terus berubah, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berhasil menjaga stabilitas operasionalnya sepanjang tahun 2025. Fundamental bisnis mereka terlihat kokoh, ditopang oleh kinerja positif di segmen-segmen inti.

Bagaimana rinciannya? Sepanjang tahun lalu, volume niaga gas bumi PGN mencapai 836 BBTUD. Sementara itu, volume transmisi gasnya malah naik 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD. Kenaikan ini tak lepas dari penyerapan pelanggan yang semakin meningkat.

Operasional yang Makin Tangguh

Di sisi lain, kinerja operasional juga mendapat suntikan dari bisnis infrastruktur LNG. Melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun, volume regasifikasi melonjak 17 persen ke angka 254 BBTUD. Kontribusinya signifikan untuk menjaga keandalan pasokan gas ke berbagai sektor, mulai dari industri besar hingga pembangkit listrik.

Jangan lupakan segmen transportasi minyak. Di sini, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD. Angka ini didorong oleh aktivitas pengangkutan yang kian ramai melalui jaringan pipa yang ada. Secara keseluruhan, sepanjang 2025 perusahaan ini berhasil menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi gas. Yang patut dicatat, keandalan sistem operasinya terjaga di level 98,84 persen.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan strategi di balik kesinambungan ini.

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu lalu.

Menurutnya, pencapaian ini tak lepas dari optimalisasi portofolio dan koordinasi intensif dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.

Kontribusi dari anak perusahaan dan afiliasi juga menguat. Volume pemrosesan LPG naik 8 persen menjadi 117 metrik ton per hari. Lalu, lifting minyak dan gas mencapai 17.519 BOEPD. Bahkan di pasar global, PGN berhasil mengirim tujuh kargo LNG atau setara 59 BBTUD sepanjang tahun 2025.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar