Potensi ekspor UMKM binaan BCA ternyata tak main-main. Baru-baru ini, lewat partisipasi di Trade Expo Indonesia 2025, nilai potensinya diproyeksikan mencapai angka fantastis: Rp110,9 miliar. Ini bukan angka yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari serangkaian business matching yang cukup intens.
John Kosasih, Wakil Presiden Direktur BCA, mengonfirmasi hal tersebut. Dalam keterangannya Kamis lalu (11/12/2025), dia membeberkan detailnya.
"Ada 19 UMKM binaan kami yang ikut serta di TEI 2025. Dari sana, terjalin 185 pertemuan bisnis. Yang menggembirakan, peluang jejaringnya terbuka ke 33 negara. Nilai potensi ekspornya sendiri menyentuh Rp110,9 miliar," ujar John.
Dia lalu menyebut beberapa pasar yang paling antusias. India, Malaysia, Australia, Bangladesh, dan Singapura berada di urutan teratas. Menurutnya, negara-negara itulah yang punya minat tertinggi terhadap produk-produk lokal yang dibawa oleh UMKM binaan bank tersebut.
Lalu, produk apa saja yang paling dicari? Tampaknya selera global masih sangat menggilai kekayaan alam Indonesia. Kopi, coklat, dan aneka rempah-rempah masih menjadi primadona. Di sisi lain, hasil yang lebih konkret dan langsung juga sudah terlihat. Sejumlah UMKM berhasil menandatangani MoU dengan beberapa mitra asing, dengan nilai ekspor teralisasi lebih dari Rp12,4 miliar.
Untuk kesepakatan yang sudah pasti ini, komoditasnya lebih beragam. Mulai dari edamame, bawang, sampai gula kelapa ikut meramaikan. Produk-produk itu ditujukan ke pasar yang cukup beragam pula: Jerman, Belanda, Rusia, Hong Kong, dan Malaysia.
Semua ini merupakan bagian dari program BCA UMKM Go Export. Program ini sendiri adalah kelanjutan dari upaya inkubasi yang fokus pada penguatan kapasitas dan yang tak kalah penting: membuka akses ke pasar global. John Kosasih menekankan bahwa pendampingan adalah kunci utamanya.
"Kami bersyukur bisa mendampingi pelaku usaha. Kolaborasi dan pendampingan yang tepat inilah yang kami yakini bisa membuka pintu dunia untuk UMKM Indonesia," lanjutnya.
Harapannya jelas. Pencapaian ini dianggap bukan sebagai akhir, melainkan justru sebuah awal. BCA berharap ini bisa memicu lebih banyak lagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berani mencoba peruntungan di kancah ekspor.
"Kami berharap ini jadi titik tolak. BCA akan terus mendampingi, memastikan setiap langkah mereka didukung pembinaan yang tepat dan akses pasar yang relevan," pungkas John menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun