Ia mengajak masyarakat Sumsel, Bumi Sriwijaya ini, untuk tidak gampang terpancing isu-isu yang bisa memecah belah. Menurutnya, kekuatan kita adalah kebersamaan. Buktinya, kita berhasil melewati masa sulit pandemi Covid-19 dulu.
"Indonesia ini bisa menghadapi semua tantangan kalau kita bersatu. Seluruh dunia panik, kita pernah menghadapi kontraksi ekonomi, namun karena kesolidan antara umara, ulama, dan masyarakat, kita bisa kembali," tegasnya lagi.
Acara yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi ini, seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan dan Gubernur Sumsel Herman Deru, kemudian bergerak menuju puncak yang lebih religius. Ustaz Kemas Muhammad Ali, pengasuh Ponpes Al Asmaaul Husna, memimpin tausiyah dan doa bersama.
Segalanya berakhir tepat waktu. Tepat pukul 18.20 WIB, mereka pun berbuka puasa bersama, mengakhiri rangkaian kegiatan di hari itu dengan penuh keakraban.
Artikel Terkait
Basarnas Banten Evakuasi Kapten Kapal Tanker Rusia yang Sakit Serius di Perairan Merak
Komnas Perempuan Apresiasi Respons Cepat Menpora, Soroti Pentingnya Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Olahraga
Kapolda Riau Gelar Safari Ramadan dan Buka Puasa Bersama di Polres Pelalawan
Yusril: Delpedro Cs Bisa Ajukan Praperadilan untuk Ganti Rugi