JAKARTA – Siapa yang bisa menolak cokelat? Camilan manis dan lezat ini sudah jadi favorit banyak orang. Tapi belakangan, beredar kabar menarik: makan cokelat, khususnya yang hitam, katanya bisa memperlambat penuaan dan bikin panjang umur. Benar nggak, sih? Atau cuma mitos belaka?
Nah, ternyata ada sejumlah riset ilmiah yang mengulik hal ini. Mereka menemukan sesuatu yang menarik di balik cokelat hitam. Komponen utamanya, theobromine, disebut-sebut punya peran dalam memperlambat penuaan biologis kita. Theobromine ini senyawa alami, banyak terdapat dalam biji kakao yaitu bahan baku utama cokelat.
“Theobromine termasuk golongan alkaloid, masih satu keluarga dengan kafein, tapi efeknya ke tubuh lebih ringan,” jelas para peneliti.
Yang menarik, dalam penelitian tersebut, orang dengan kadar theobromine lebih tinggi di darahnya cenderung menunjukkan tanda penuaan biologis yang lebih lambat. Intinya, sel dan tubuh mereka terlihat “lebih muda” jika dilihat dari indikator DNA yang dipakai untuk mengukur penuaan.
Tapi jangan buru-buru berpesta cokelat. Para ahli menegaskan, temuan ini bukan bukti langsung bahwa menyantap cokelat otomatis memperpanjang usia. Hubungan yang terlihat lebih menunjukkan bagaimana pola makan dan kandungan tertentu di makanan bisa memengaruhi proses penuaan tubuh. Bukan jaminan hidup seratus tahun.
Di sisi lain, kita perlu bedakan dulu antara usia biologis dan usia kronologis. Usia kronologis ya umur Anda berdasarkan tanggal lahir. Sementara usia biologis itu cerminan kondisi sel, organ, dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Bisa saja seseorang berumur 40 tahun, tapi usia biologisnya setara 35, atau malah lebih tua.
Nah, theobromine inilah yang memberi rasa pahit khas pada cokelat hitam. Selain soal rasa, senyawa ini diduga punya efek biologis yang mungkin mendukung kesehatan sel. Makanya, cokelat hitam yang kadar kakaonya lebih tinggi ketimbang cokelat susu mengandung theobromine dalam jumlah lebih banyak.
Namun begitu, kita harus tetap realistis. Cokelat, sekalipun yang hitam, tetap mengandung gula dan lemak. Kalau dikonsumsi berlebihan, bukannya sehat, malah bisa bikin masalah kesehatan lain.
Jadi, apa kesimpulannya? Anggapan bahwa makan cokelat bikin panjang umur belum bisa sepenuhnya disebut fakta. Memang, cokelat hitam punya komponen yang dikaitkan dengan penuaan lebih lambat. Tapi kunci utamanya tetaplah pola makan seimbang dan gaya hidup sehat. Jangan cuma mengandalkan sebatang cokelat, ya.
Artikel Terkait
Azia Riza dan Boengkoes Kacaukan Tantangan Ringan di Maniak
Nikita Mirzani Soroti Perlakuan Hukum Berbeda untuk dr. Richard Lee
Ade Rai Sarankan Sahur Tanpa Karbohidrat untuk Jaga Stamina dan Imun Saat Puasa
Tips Atur Pola Tidur dan Asupan Makanan untuk Jaga Kebugaran Selama Ramadan