JAKARTA – Siapa yang bisa menolak cokelat? Camilan manis dan lezat ini sudah jadi favorit banyak orang. Tapi belakangan, beredar kabar menarik: makan cokelat, khususnya yang hitam, katanya bisa memperlambat penuaan dan bikin panjang umur. Benar nggak, sih? Atau cuma mitos belaka?
Nah, ternyata ada sejumlah riset ilmiah yang mengulik hal ini. Mereka menemukan sesuatu yang menarik di balik cokelat hitam. Komponen utamanya, theobromine, disebut-sebut punya peran dalam memperlambat penuaan biologis kita. Theobromine ini senyawa alami, banyak terdapat dalam biji kakao yaitu bahan baku utama cokelat.
“Theobromine termasuk golongan alkaloid, masih satu keluarga dengan kafein, tapi efeknya ke tubuh lebih ringan,” jelas para peneliti.
Yang menarik, dalam penelitian tersebut, orang dengan kadar theobromine lebih tinggi di darahnya cenderung menunjukkan tanda penuaan biologis yang lebih lambat. Intinya, sel dan tubuh mereka terlihat “lebih muda” jika dilihat dari indikator DNA yang dipakai untuk mengukur penuaan.
Tapi jangan buru-buru berpesta cokelat. Para ahli menegaskan, temuan ini bukan bukti langsung bahwa menyantap cokelat otomatis memperpanjang usia. Hubungan yang terlihat lebih menunjukkan bagaimana pola makan dan kandungan tertentu di makanan bisa memengaruhi proses penuaan tubuh. Bukan jaminan hidup seratus tahun.
Artikel Terkait
Kesendirian di Tengah Keramaian: Saat Dunia Terhubung, Hati Justru Terasing
Amnesia di VISION+: Cinta, Pengkhianatan, dan Rahasia yang Membangkitkan Ingatan
Biola dan Ancaman: Gugatan Mencekam Brian King Joseph terhadap Will Smith
Demam dan Batuk? Bukan Selalu Flu, Ini Bedanya dengan Selesma