Pasar saham kita diprediksi bakal bergerak di tempat di awal pekan nanti. Analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berkutat di kisaran 8.600 hingga 8.700. Tentu saja, semua mata tertuju ke Washington, menanti hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat.
Secara teknikal, IHSG sebenarnya sempat mencetak rekor intraday baru di level 8.689. Tapi, tak lama setelah itu, indeks langsung mengalami koreksi.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, pullback itu wajar terjadi. Kondisi pasar saat itu sudah terlihat jenuh beli, terlihat dari posisi candlestick yang nyaris menempel di upper Bollinger Band.
"IHSG mengalami pullback yang antara lain dipicu oleh kondisi jenuh beli yang terlihat dari candlestick yang dekat dengan upper Bollinger Band," tulis Phintraco, Minggu (6/12/2025).
Momentum pelemahan juga terlihat dari sinyal indikator MACD dan Stochastic RSI. Namun begitu, jangan salah sangka dulu. Tren utama IHSG dinilai masih kuat. Indeks masih kokoh bertengger di atas garis Moving Average 20, 50, bahkan 200.
“IHSG masih berada di uptrend dengan berada di atas MA20, MA50 dan MA200,” jelas riset tersebut.
Nah, untuk pekan depan, Phintraco memproyeksikan area 8.600-8.700 sebagai wilayah pergerakan. Resistance utama ada di 8.700, sementara level pivot di 8.600. Di bawahnya, support kunci berada di 8.550.
Di sisi lain, dari dalam negeri, ada beberapa data ekonomi yang patut dicermati. Mulai dari angka penjualan sepeda motor November yang rilis tanggal 8 Desember, Indeks Keyakinan Konsumen di hari berikutnya, hingga data penjualan ritel untuk bulan Oktober yang akan keluar tanggal 10 Desember.
Tapi, mau tak mau, fokus utama tetap ke luar. Keputusan Federal Reserve dalam pertemuan FOMC pada 9-10 Desember (waktu AS) bakal jadi penentu sentimen.
“Fokus perhatian investor global adalah pertemuan the Fed pada 9-10 Desember waktu AS,” tulis riset.
Beberapa saham yang bisa jadi tumpuan pekan depan antara lain PNLF, TLKM, MEDC, ADMR, MBMA, dan PGEO.
Mengingat kembali perdagangan Jumat (5/12), IHSG ditutup sedikit melemah 0,09 persen ke level 8.632,76. Sedangkan rupiah, di pasar spot, justru menguat tipis ke posisi Rp16.648 per dolar AS.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
IHSG Berpotensi Kembali Tertekan, Aksi Jual Asing Capai Rp791 Miliar
Target Pendapatan Melonjak 1.584 Persen, GPSO Bidik Rp92,47 Miliar Usai Diakuisisi Tjokro Group
Semen Indonesia Siapkan Dana Rp730 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan