Tanggul Kali Babon Jebol, Ratusan Rumah di Semarang Tergenang Banjir

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 09:40 WIB
Tanggul Kali Babon Jebol, Ratusan Rumah di Semarang Tergenang Banjir

Hujan deras yang mengguyur Semarang sejak Jumat (26/12) sore ternyata membawa konsekuensi serius. Di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, tanggul Kali Babon tak kuasa menahan tekanan air dan akhirnya jebol. Akibatnya, ratusan keluarga harus berhadapan dengan genangan banjir yang merendam permukiman mereka.

Menurut keterangan Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, kejadian itu berlangsung sekitar pukul empat sore. Bukan cuma di Tugu, kondisi serupa juga terjadi di wilayah Ngaliyan.

"Tanggul di tiga titik di Mangungharjo yang terdampak 300 KK," jelas Endro.

Ia merinci, titik kerusakan yang cukup parah ada di RT 02 RW 02 Mangkang Kulon, di mana tanggul yang jebol membentang sekitar tujuh meter. Sekitar 15 kepala keluarga di lokasi itu langsung terdampak.

Namun begitu, wilayah yang paling banyak terdampak justru Perum Mangkang Indah. Di sana, ratusan rumah tak bisa menghindar dari luapan air.

"Untuk yang terdampak 500 KK, 1.200 jiwa," lanjut Endro, menyebutkan skala kerusakan yang lebih luas.

Ketinggian air sendiri bervariasi. Ada yang hanya setinggi lutut, sekitar 40-50 sentimeter. Tapi di beberapa spot seperti Kampung Wonosari, genangan dilaporkan mencapai hampir satu meter cukup untuk menggenangi sebagian besar rumah warga.

Lantas, apa penyebabnya? Endro menyebut aliran di Kali Babon yang begitu deraslah yang menjadi pemicu utamanya. Struktur tanggul yang ada akhirnya tidak sanggup lagi menahan beban, dan robohlah ia.

Sampai Sabtu (27/12) ini, situasi masih dalam pemantauan. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi atau berusaha menyelamatkan barang-barang mereka. Pemandangan yang memilukan, dan sayangnya, sudah terlalu sering terjadi saat musim hujan tiba.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar