Tiba-tiba saja, salah seorang pelaku menendang motor mereka. "Korban saat melintas tiba-tiba sepeda motornya ditendang hingga oleng dan menabrak taman bundaran," cerita Arya menggambarkan kejadian itu.
Nah, begitu jatuh, dua pemuda itu langsung diserbu. Mereka dipukuli, ditendang, bahkan tak luput dari lemparan batu. Sepeda motor korban pun dirusak dalam aksi itu. Sungguh tak berperikemanusiaan.
"Korban mengaku dikeroyok sekitar 10 orang. Ada yang menendang kaki korban, memukul tangan korban, hingga melempar batu ke arah helm korban," ungkap Arya merinci kekerasan yang dialami korban.
Dari tujuh orang yang berhasil diamankan, polisi kini masih mendalami jaringan dan motif di balik aksi Sparta ini. Masyarakat setempat berharap, penangkapan ini bisa menghentikan aksi-aksi serupa yang selama ini menebar ketakutan.
Artikel Terkait
Pasar Takjil Gampong Baro Ramai Setiap Sore Ramadan di Banda Aceh
Studi Ungkap Dampak Ekonomi Ramadan: Harga Pangan Naik, Produksi Industri Turun
BI Ingatkan Bahaya Tukar Uang di Pinggir Jalan, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Resmi
BRIN Temukan Mikroplastik di Kedalaman 2.450 Meter di Jalur Arus Lintas Indonesia