Ambil contoh eskalasi antara Iran, Amerika, dan Israel. Itu semua memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa.
"Situasi ini mengakibatkan harga minyak meningkat sangat luar biasa," tuturnya.
"Sampai hari ini harganya sudah naik 16 persen, dari 66 USD per barel menjadi 77 USD per barel. Ini adalah masalah yang akan kita hadapi."
Nah, di situlah letak tantangannya. Dampaknya pada ekonomi nasional bisa riil. Maka dari itu, Sigit menekankan, solidaritas dan dukungan dari dalam negeri, termasuk dari jutaan pekerja, sangat dibutuhkan untuk menghadapi gejolak eksternal ini. Agar langkah Indonesia di dunia internasional punya pondasi yang kuat dari rumah.
Artikel Terkait
Polisi Kejar Wanita Pelaku Pencurian Uang Takziah di Kramat Jati
Muswil PPP Sulawesi Tengah Berjalan Mulus, Bentuk Formatur Baru
Napoli Kalahkan Torino 2-1, Kokoh di Posisi Ketiga Klasemen
Israel Klaim Lancarkan Serangan Balasan Skala Luas ke Teheran