Di sisi lain, pemerintah tak hanya fokus pada atap. Dukungan logistik selama masa transisi ini juga disiapkan. Untuk urusan makan, misalnya, BNPB masih akan menanggung kebutuhan selama sepuluh hari ke depan. Setelah itu, bantuan lauk pauk atau jatah hidup dari Kementerian Sosial yang akan mengambil alih.
Dalam kunjungannya, Tito melihat langsung beragam model huntara yang dibangun. Rupanya, karakteristiknya berbeda-beda tergantung pembangunnya. Huntara BNPB punya kelebihan dapur dan toilet mandiri, meski tanpa ranjang. Sementara yang dibangun Danantara atau Kementerian PU sudah dilengkapi ranjang dan kipas angin, sayangnya fasilitas dapur dan mandinya komunal.
“Masing-masing ada plus minusnya,” katanya.
Agenda penyerahan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi itu juga dihadiri sejumlah pejabat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, dan Dirjen Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA turut mendampingi. Mereka bersama-sama memastikan percepatan ini berjalan sesuai harapan, agar sebelum hari raya tiba, kehidupan para pengungsi bisa sedikit lebih layak.
Artikel Terkait
Israel Klaim Hancurkan 400 Target Iran dalam Satu Hari, Sebut Rezim Teroris Tumbang
Trump Sapa Messi di Gedung Putih, Selipkan Dukungan untuk Israel
Istri Muda Serahkan Diri Diduga Tewaskan Suami di Tigaraksa
APPBI Proyeksikan Geliat Belanja di Mal Bertahan hingga Lebaran 2026