Lewat sambungan telepon ke NBC, Jumat (6/3/2026) lalu, Donald Trump punya pendapat keras soal kemungkinan mengirim pasukan darat Amerika ke Iran. Menurut Presiden AS itu, ide semacam itu cuma "buang-buang waktu" belaka. Dia dengan santai menepis peringatan keras yang sebelumnya dilontarkan Menlu Iran.
"Itu buang-buang waktu," ujarnya, dikutip AFP. "Mereka sudah kehilangan segalanya. Angkatan laut mereka hilang. Semua yang bisa hilang dari mereka, sudah hilang."
Nada bicaranya terkesan meremehkan. Pernyataan Menlu Iran Abbas Araghchi yang menyebut negaranya siap menghadapi invasi darat dari AS atau Israel, oleh Trump dianggap tak lebih dari "komentar yang sia-sia".
Di sisi lain, Trump rupanya punya agenda lebih jauh. Dia mengisyaratkan keinginannya untuk melihat struktur kepemimpinan Iran yang sekarang disingkirkan. "Kita ingin masuk dan membersihkan semuanya dengan cepat," katanya. Visinya jelas: tidak ingin ada yang membangun kembali kekuatan Iran dalam kurun sepuluh tahun ke depan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Tahan dr Richard Lee Terkait Dugaan Pelanggaran Perlindungan Konsumen Kecantikan
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Dewan Perdamaian, Fokus ke Keamanan WNI di Timur Tengah
Pertahanan Udara UEA Gagalkan 9 Rudal Balistik dan 109 Drone dari Iran
BFI Finance Catat Pendapatan Rp6,7 Triliun di Tengah Tantangan Industri 2025