MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 8.328-8.527 pada perdagangan Jumat (6/2/2026), meski investor perlu mewaspadai potensi koreksi menuju level 7.094-8.095. Analisis ini disampaikan oleh tim riset MNC Sekuritas menyusul penutupan indeks di posisi 8.103 pada hari sebelumnya, yang terkoreksi tipis 0,53 persen di tengah tekanan jual yang muncul di pasar.
Analisis Teknis dan Level Penting IHSG
Perdagangan Kamis kemarin mencatat sentimen yang cukup berhati-hati. IHSG ditutup melemah di level 8.103, sebuah pergerakan yang mengindikasikan adanya profit-taking dari investor. Untuk navigasi di sesi Jumat, analis memetakan level support kunci di 7.854 dan 7.654. Sementara itu, resistance atau titik hambatan terdekat berada di 8.181 dan 8.318. Pemantauan terhadap level-level ini dinilai penting untuk mengukur kekuatan tren dan momentum pasar secara keseluruhan.
Dalam risetnya, MNC Sekuritas menegaskan, "IHSG kemarin terkoreksi 0,53 persen ke 8.103 dan muncul adanya tekanan jual."
Rekomendasi Saham Pilihan untuk Perdagangan Jumat
Di tengah dinamika pasar yang beragam, tim riset juga merilis sejumlah rekomendasi saham spesifik dengan strategi entry yang berbeda-beda. Pendekatan ini mencerminkan analisis mendalam terhadap pola pergerakan dan struktur gelombang masing-masing emiten.
BREN: Strategi Buy on Weakness
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ditutup menguat 0,61 persen ke Rp8.250, meski tekanan jual masih terlihat dominan. Analisis teknikal mengindikasikan bahwa pergerakan saham ini sedang berada pada fase awal gelombang [c] dari gelombang B. Strategi yang disarankan adalah membeli pada pelemahan (Buy on Weakness).
Riset tersebut merekomendasikan entry di rentang Rp7.975-Rp8.200 dengan target harga Rp8.600 dan Rp9.125. Sebagai batas risiko, stoploss disarankan di bawah level Rp7.800.
CMRY: Opsi untuk Spekulasi Terukur
Berbeda dengan BREN, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) menunjukkan kinerja lebih kuat dengan kenaikan 2,31 persen ke Rp5.525, didukung oleh volume pembelian yang signifikan. Posisinya diperkirakan sedang berada pada bagian dari gelombang (v). Untuk saham ini, strategi yang diajukan adalah Spec Buy.
Analis menyarankan entry di kisaran Rp5.450-Rp5.525. Target harga yang diproyeksikan berada di Rp5.625 dan Rp5.725, dengan batas stoploss di bawah Rp5.375.
KRAS: Potensi dari Akuisisi di Pelemahan
Emiten PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga menguat 1,80 persen ke Rp340, meski diwarnai munculnya tekanan jual. Pergerakannya diperkirakan sedang pada bagian dari gelombang B, sehingga strategi Buy on Weakness kembali diterapkan.
Rekomendasi entry untuk KRAS berada di rentang Rp324-Rp336. Target harga yang ditetapkan cukup optimis, yaitu Rp372 dan Rp400, dengan stoploss ketat di bawah Rp308.
INDY: Momentum di Atas Rata-rata Bergerak
Terakhir, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) mengalami koreksi tipis 0,30 persen ke Rp3.340. Yang menarik, saham ini masih didominasi volume pembelian dan berhasil menutup perdagangan di atas garis Moving Average 20 (MA20), sebuah sinyal teknis yang sering dianggap positif. Posisinya saat ini diperkirakan berada pada bagian dari gelombang 5.
Untuk INDY, strategi Buy on Weakness juga direkomendasikan dengan area akuisisi di Rp3.170-Rp3.290. Target harga diproyeksikan menuju Rp3.570 dan Rp3.820, sementara stoploss diletakkan di bawah Rp3.070.
Rangkaian rekomendasi ini memberikan pilihan strategi bagi investor dengan profil risiko yang berbeda, sekaligus menekankan pentingnya manajemen risiko melalui penetapan level stoploss yang jelas. Seperti biasa, keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan kondisi pasar secara real-time dan faktor fundamental perusahaan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Reformasi Mendesak untuk Pulihkan Kepercayaan Investor di Pasar Modal
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Saham Jadi 15% Mulai 2026
Tingkat Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,74% pada November 2025
Bukit Uluwatu Villa dan Sanurhasta Mitra Bantah Keterkaitan dengan Kasus MPAM