MURIANETWORK.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perbaikan dalam kondisi ketenagakerjaan Indonesia pada akhir tahun 2025. Jumlah pengangguran turun menjadi 7,35 juta orang pada November 2025, menyusut sekitar 109 ribu orang dibandingkan posisi tiga bulan sebelumnya. Penurunan ini mengerek tingkat pengangguran terbuka ke level 4,74 persen, sebuah sinyal positif bagi perekonomian.
Penurunan Pengangguran yang Merata
Perbaikan angka pengangguran pada periode Agustus hingga November 2025 ternyata terjadi secara luas. Tren penurunan tidak hanya dialami oleh satu kelompok tertentu, tetapi merata baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan. Demikian pula, dinamika positif ini terlihat di kedua wilayah, baik di perkotaan yang biasanya lebih dinamis maupun di pedesaan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, memberikan konfirmasi atas tren ini. "Apabila kita bandingkan dengan Agustus 2025, maka penurunan tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 ini sekitar 0,11 basis poin," jelasnya.
Komposisi Pekerja Berdasarkan Pendidikan dan Jam Kerja
Di sisi lain, data BPS juga mengungkap gambaran menarik tentang kualitas tenaga kerja. Mayoritas pekerja Indonesia, yakni 34,63 persen, masih berpendidikan setingkat Sekolah Dasar ke bawah. Namun, ada angin segar dari peningkatan proporsi pekerja dengan latar belakang pendidikan menengah. Dibandingkan Agustus 2025, terjadi peningkatan signifikan pada kontribusi pekerja lulusan SMP dan SMK.
Aspek lain yang menunjukkan perbaikan adalah peningkatan jumlah pekerja dengan jam kerja penuh. Pada November 2025, sekitar 100,5 juta orang atau 67,94 persen dari total pekerja menghabiskan waktu kerja minimal 35 jam per minggu. Angka ini naik 0,62 basis poin dari periode sebelumnya. Sebaliknya, proporsi pekerja paruh waktu yang bekerja antara 1 hingga 34 jam per minggu tercatat sebesar 32,06 persen, setara dengan 47,42 juta orang.
Secara keseluruhan, data terbaru ini memberikan gambaran tentang pasar tenaga kerja yang perlahan menguat. Meski tantangan terkait tingkat pendidikan mayoritas pekerja masih ada, peningkatan jumlah pekerja penuh waktu dan penurunan angka pengangguran menjadi indikator yang patut diapresiasi.
Artikel Terkait
Harga Emas dan Perak Anjlok, Perak Terguncang 19,57%
Presiden Prabowo Perintahkan Reformasi Mendesak untuk Pulihkan Kepercayaan Investor di Pasar Modal
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Saham Jadi 15% Mulai 2026
Bukit Uluwatu Villa dan Sanurhasta Mitra Bantah Keterkaitan dengan Kasus MPAM