Harga Emas dan Perak Anjlok, Perak Terguncang 19,57%

- Jumat, 06 Februari 2026 | 07:35 WIB
Harga Emas dan Perak Anjlok, Perak Terguncang 19,57%

MURIANETWORK.COM - Pasar logam mulia diguncang aksi jual besar-besaran pada Kamis (5/2/2026), dengan harga emas dunia terkoreksi dan perak mengalami penurunan yang sangat tajam. Tekanan utama datang dari penguatan dolar Amerika Serikat yang signifikan dan sentimen risk-off yang melanda pasar keuangan global, memicu gelombang likuidasi aset berisiko termasuk komoditas berharga.

Tekanan Dolar dan Likuidasi Pasar

Dalam sesi perdagangan yang penuh gejolak, harga emas spot (XAU/USD) tercatat merosot 3,70 persen ke level USD 4.780,67 per troy ons. Sementara itu, perak mengalami pukulan lebih dalam dengan penurunan mencengangkan sebesar 19,57 persen ke posisi USD 70,93 per troy ons. Pelemahan ini berjalan beriringan dengan penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam dua pekan serta tekanan luas di bursa saham utama dunia.

Kondisi pasar yang tegang ini memicu berbagai spekulasi di kalangan analis. Sebagian melihat aksi jual sebagai respons terhadap tekanan likuiditas di portofolio yang lebih luas.

“Sebagian pelaku pasar menghadapi tekanan margin dan mungkin menutup posisi di logam karena kerugian di pasar saham. Secara fundamental, tidak ada yang berubah,” tutur Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures.

Volatilitas Tinggi dan Proses Pencarian Dasar

Perdagangan logam mulia memang menunjukkan volatilitas ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi, emas dan perak justru mengalami penurunan terdalam dalam beberapa dekade hanya dalam hitungan hari. Keadaan ini menciptakan ketidakpastian yang tinggi mengenai level harga wajar dalam jangka pendek.

Para pengamat pasar menilai bahwa pemulihan stabilitas tidak akan terjadi secara instan. Fase konsolidasi dan pencarian level dasar baru diprediksi masih akan berlanjut.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar