Indonesia Tangguhkan Pembahasan Dewan Perdamaian, Fokus ke Keamanan WNI di Timur Tengah

- Jumat, 06 Maret 2026 | 22:45 WIB
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Dewan Perdamaian, Fokus ke Keamanan WNI di Timur Tengah

Christhoper Natanael Raja


Jakarta, TVRINews

Ketegangan di Timur Tengah yang kian memanas ternyata berdampak langsung pada agenda diplomasi Indonesia. Kementerian Luar Negeri memutuskan untuk menangguhkan sementara semua pembahasan mengenai implementasi Board of Peace (BoP). Fokus utama pemerintah sekarang bergeser sepenuhnya ke situasi keamanan di lapangan.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, dengan gamblang menyampaikan hal itu dalam sebuah briefing pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Menurutnya, prioritas nomor satu saat ini adalah keselamatan Warga Negara Indonesia di wilayah konflik dan mengantisipasi kemungkinan eskalasi yang lebih luas.

"Segala pembahasan tentang BoP saat ini ditangguhkan, atau istilahnya on hold," tegas Yvonne.

Dia melanjutkan, "Fokus diplomasi kita sekarang cuma satu: memastikan perlindungan WNI dan menyiapkan langkah antisipatif. Dalam seminggu terakhir, sama sekali tidak ada pertemuan khusus yang membahas mekanisme BoP."

Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi keterangan Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya, bahwa koordinasi lanjutan soal Dewan Perdamaian itu memang dihentikan sementara. Situasinya dinamis, dan Jakarta memilih untuk lebih waspada.

Namun begitu, penangguhan ini bukan berarti Indonesia menarik diri dari peran globalnya. Kemlu menegaskan, setiap keputusan partisipasi dalam forum internasional tetap akan berdasar pada politik luar negeri bebas-aktif. Kepentingan nasional, tentu saja, jadi pertimbangan utama.

Di sisi lain, komitmen Indonesia pada isu kemanusiaan dan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina tidak berubah. Pemerintah menyatakan akan tetap berupaya memainkan peran konstruktif di berbagai forum, mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di sana.

Jadi, untuk sementara, pembicaraan tentang BoP memang disimpan dulu. Yang lebih mendesak adalah memantau perkembangan di tanah yang sedang bergejolak dan melindungi warga negara sendiri. Itulah langkah nyata yang diambil Jakarta di tengah situasi yang makin rumit ini.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar