Iran kembali memicu ketegangan di kawasan Teluk dengan klaim bahwa dua rudal yang diluncurkan pasukannya berhasil menghantam sebuah kapal perang Amerika Serikat di dekat Pulau Jask, Teluk Oman, pada Senin lalu. Pemerintah di Washington langsung membantah keras pernyataan dari Teheran tersebut.
Klaim itu disampaikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars, yang mengutip sejumlah sumber lokal. Laporan tersebut kemudian dikutip oleh sejumlah media internasional, termasuk Anadolu Agency dan Middle East Monitor, pada Selasa (5/5/2026).
Dalam pemberitaannya, Fars menyebutkan bahwa kapal perang AS itu tengah melintasi Selat Hormuz sebelum akhirnya dianggap melanggar aturan lalu lintas dan keamanan pelayaran di dekat Jask. “Kapal tersebut menjadi sasaran serangan rudal setelah mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Republik Islam Iran,” demikian bunyi laporan itu.
Meski mengklaim serangan berhasil, laporan tersebut tidak menyebutkan secara rinci jenis kapal perang AS yang menjadi sasaran. Tidak ada pula informasi mengenai tingkat kerusakan yang diderita kapal atau kemungkinan adanya korban jiwa akibat insiden itu.
Fars hanya menyatakan bahwa kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan setelah terkena serangan dan “terpaksa berbalik arah dan meninggalkan area tersebut”.
Klaim ini muncul tidak lama setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan bahwa setiap kapal yang melanggar protokol transit yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz “akan dihentikan secara paksa”. Pernyataan itu menjadi latar belakang yang memperkuat narasi Iran dalam insiden terbaru ini, meskipun belum ada bukti independen yang memverifikasi kebenaran klaim tersebut.
Artikel Terkait
Real Madrid Resmi Datangkan Marc Cucurella dari Chelsea dengan Nilai Transfer 55 Juta Euro
Komisaris Perusahaan Bunuh Direktur Utama di Menteng, Motif Dendam karena Sering Dicerca
Cara Cek Skor Kredit via iDebKU OJK, Tak Perlu Antre Cukup Online
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Presiden Prabowo, Bahas Target Lolos Piala Dunia 2030