Lima atlet panjat tebing berani angkat bicara. Mereka mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik, dengan terduga pelaku mantan pelatih kepala. Menanggapi hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir langsung menegaskan keberpihakan negara. "Negara hadir melindungi para atlet," tegasnya.
Dalam keterangan tertulisnya Jumat lalu, Erick menyatakan dukungan penuh pada langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang mendampingi korban melapor ke Mabes POLRI. Tujuannya jelas: agar kasus ini diusut tuntas. Menurutnya, setiap atlet berhak merasakan lingkungan latihan yang aman dan bermartabat, bebas dari segala bentuk teror.
"Kami berpihak pada korban. Pelaku, jika terbukti bersalah, harus mendapatkan hukuman maksimal," kata Erick Thohir.
Dia menekankan, pemerintah sama sekali tak akan mentolerir aksi kekerasan seksual di dunia olahraga. "Kita tidak boleh menutup mata," ujarnya. Olahraga seharusnya jadi ruang yang nyaman untuk berkembang dan berprestasi, bukan tempat yang menakutkan.
Di sisi lain, momentum ini dinilai penting untuk memperkuat sistem perlindungan atlet di semua cabang. Erick mendorong seluruh federasi dan pelatih untuk bersama-sama membangun budaya olahraga yang menjunjung integritas dan penghormatan.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap di Board of Peace, Siap Tarik Diri Jika Tak Ada Kemajuan
Pandji Pragiwaksono Kembali Diperiksa Polisi Pekan Depan Terkait Lawakan Toraja
Kapolda Banten Pimpin Pengecekan Kendaraan Jelang Operasi Ketupat Maung 2026
Polisi Sita Rp58 Miliar Hasil Judi Online, Tak Ada Tersangka karena Modus Rekening Nominee