Kemenangan ini mendongkrak Palace ke posisi 13 klasemen dengan 38 poin. Situasi yang cukup nyaman di tengah papan.
Di sisi lain, bagi Spurs, ini adalah pukulan telak. Kekalahan ini mencatatkan rekor buruk: lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik. Yang lebih mencemaskan, mereka kini terperosok di peringkat 16 dengan 29 poin, cuma selisih satu angka dari Nottingham Forest di zona degradasi. Bahaya terdegradasi tiba-tiba terasa sangat nyata.
Padahal, tengah pekan depan, mereka harus sudah melupakan laga ini. Fokus beralih ke Liga Champions, menghadapi Atletico Madrid di leg pertama 16 besar. Pertanyaan besarnya, dengan kepercayaan diri yang porak-poranda dan performa yang terus merosot, bagaimana Spurs bisa bangkit untuk pertarungan Eropa itu?
Mood di kamp Spurs pasti suram. Sementara di seberang London, Palace pulang dengan senyum lebar.
Artikel Terkait
Survei: Mayoritas Publik AS Nilai Trump Semakin Tidak Stabil di Tengah Ketegangan dengan Iran
Fadli Zon Bahas Strategi Paviliun Indonesia untuk Comeback di Venice Biennale 2026
Fitch Turunkan Outlook Kredit Indonesia, Pemerintah dan BI Tegaskan Fundamental Masih Kuat
Polisi Identifikasi Pelaku Aksi Zig-zag Mobil di Tol Becakayu