Ia pun menegaskan satu hal. Penguatan spiritual seperti ini bukanlah hal yang terpisah dari pekerjaan. Justru, iman yang kokoh menjadi fondasi penting.
"Dengan fondasi itu, profesionalisme Polri akan lebih terasa. Anggota diharapkan bisa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan ikhlas. Tanpa mengorbankan integritas sedikitpun," imbuhnya.
Momentum Nuzulul Qur'an, baginya, adalah saat tepat untuk introspeksi. Refleksi diri.
"Kami ingin setiap tindakan dilandasi niat ibadah. Kalau itu yang terjadi, pelayanan ke masyarakat pasti akan lebih humanis. Dan yang pasti, lebih jujur," pungkas Dwita.
Acara pun berakhir dengan tenang. Para personel bubar dengan wajah yang lebih cerah, membawa pesan yang diharapkan tak cepat menguap. Mereka kembali ke tugas masing-masing, dengan bekal yang semoga lebih mantap.
Artikel Terkait
Prabowo Bahas Geopolitik Global dalam Buka Puasa Bersama Ulama di Istana
Polisi Ungkap Modus Baru Penipuan via Stiker QR Code Palsu, Satu Pelaku Ditangkap
Prabowo Gelar Pertemuan Maraton dengan Tokoh Islam Bahas Gejolak Global dan Stabilitas Nasional
Gubernur NTT Buka Dialog, PPPK Khawatirkan Ancaman Pemutusan Kerja