Prabowo Bahas Geopolitik Global dalam Buka Puasa Bersama Ulama di Istana

- Jumat, 06 Maret 2026 | 02:00 WIB
Prabowo Bahas Geopolitik Global dalam Buka Puasa Bersama Ulama di Istana

Jakarta, Kamis malam (5/3) lalu, Istana Kepresidenan ramai dikunjungi para ulama. Mereka diundang Presiden Prabowo Subianto untuk buka puasa dan silaturahmi. Salah satu yang hadir adalah pendakwah kondang, Mamah Dedeh.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul delapan malam itu, Prabowo banyak berbicara. Topiknya berat: kondisi geopolitik global dan situasi perang yang sedang terjadi.

"Beliau menerangkan tentang luar negeri, kondisi luar negeri, tentang negara kita, tentang bagaimana sekarang peperangan yang terjadi, itu yang disampaikan,"

Begitu penuturan Mamah Dedeh usai acara. Sayangnya, dia tak bisa mengikuti diskusi sampai tuntas. Di tengah paparan Presiden, dia harus pamit duluan. Alasannya klasik: ada jadwal syuting yang menunggu di sebuah stasiun televisi swasta.

"Jadi, Mamah pamit duluan. Kebetulan (beliau) masih bercerita tentang kondisi sekarang di luar negeri dan ada peperangan tadi. Abis ini kata dia menyampaikan tentang krisis bangsa," ujarnya lagi, sedikit menyesal.

Acara buka puasa bersama itu sendiri digelar di halaman tengah Istana. Suasana cukup khidmat. Selain para kiai dan ulama dari berbagai ormas Islam, hadir juga sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Sebut saja Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Mensos Saifullah Yusuf, dan Menag Nasaruddin Umar.

Tokoh-tokoh besar lain juga terlihat. Seperti Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketum MUI K.H. Anwar Iskandar. Mereka semua hadir, berbincang, dan mendengarkan.

Pertemuan itu berjalan cukup lama, hingga larut malam sekitar pukul 23.00 WIB. Intinya jelas: selain menjalin silaturahmi, Presiden ingin menyampaikan pandangannya yang serius tentang tantangan yang dihadapi bangsa, dari dalam maupun luar negeri. Sebuah malam yang penuh dengan percakapan penting di bulan Ramadhan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar