Di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bicara soal ambisi besar pemerintah. Kali ini, soal mengubah jutaan motor BBM kita jadi motor listrik. Targetnya? Tak tanggung-tanggung: 4 hingga 6 juta unit per tahun. Angka yang jauh melompat dari target tahunan sebelumnya yang hanya sekitar 200 ribu unit.
Lalu, apa yang berubah? Bahlil bilang, teknologinya sekarang sudah mulai ada dan yang penting, lebih murah. "Jadi mungkin sekitar 4, 5, sampai 6 juta," ujarnya.
"Tapi sekarang kan sudah mulai ada teknologinya, lebih murah. Jadi semakin ke sini semakin murah," tambahnya, seperti dilansir Antara, 5 Maret 2026.
Namun begitu, mewujudkan target sebesar itu tentu tidak bisa sekadar omongan. Butuh skema pendanaan yang jelas. Soal ini, Bahlil mengakui pemerintah masih menyiapkan formulasi yang tepat, termasuk soal pemberian subsidi. Skema dukungan ini masih akan digodok lebih lanjut.
Kuncinya ada pada sebuah satuan tugas atau satgas baru yang khusus dibentuk untuk transisi energi ini. Satgas inilah yang nanti akan mengurusi detail perencanaannya.
Artikel Terkait
Sembilan Kementerian Sepakati Kerja Sama Tangani Kesehatan Jiwa Anak
PDIP Jatim Undang 500 Anak Yatim dan Salurkan 360 Ribu Paket Sembako
Anggota DPR Desak Pemerintah Segera Lindungi Jemaah Umrah di Tengah Konflik AS-Israel-Iran
Gus Yahya: Indonesia Harus Manfaatkan Keanggotaan di Badan Perdamaian untuk Redakan Timur Tengah