Presiden Azerbaijan Tuduh Iran Lakukan Aksi Teror Usai Serangan Drone

- Kamis, 05 Maret 2026 | 21:30 WIB
Presiden Azerbaijan Tuduh Iran Lakukan Aksi Teror Usai Serangan Drone

Suasana tegang kembali memanas di Kaukasus. Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, dengan nada keras menuding Iran melakukan aksi 'terorisme'. Tudingan itu dilontarkan setelah empat warga sipil Azerbaijan terluka akibat serangan drone yang menghantam area bandara dan lokasi dekat sebuah sekolah. Aliyev tak ragu menyatakan akan membalas.

"Hari ini terjadi aksi teror dari pihak Iran terhadap wilayah Azerbaijan,"

demikian kata Aliyev dalam rapat dewan keamanan, Kamis (5/3/2026). Suaranya tegas, penuh amarah yang terkendali.

Dia mengaku sudah memberi perintah tegas kepada militer. Pasukannya diminta bersiap siaga penuh, memobilisasi segala kemampuan untuk melakukan tindakan pembalasan. "Mereka harus siap untuk melakukan operasi apa pun," tambahnya. Ancaman itu menggantung, nyaris terasa di udara.

Bantahan Keras dari Tehran

Namun begitu, dari seberang perbatasan, bantahan datang cepat. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dengan lugas menampik klaim Baku. Menurutnya, sasaran serangan drone itu sama sekali bukan Azerbaijan.

"Republik Islam Iran tidak menargetkan Republik Azerbaijan,"

tegas Gharibabadi dalam pernyataannya. "Kami tidak menargetkan negara-negara tetangga kami,"

imbuhnya lagi.

Penjelasannya, sasaran sebenarnya adalah pangkalan militer yang diduga dimiliki oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah tersebut. Pangkalan itu, klaimnya, aktif digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Jadi, ini soal membidik musuh, bukan tetangga.

Menurut laporan, serangan siang hari itu melibatkan minimal dua drone yang terbang dari wilayah Iran menuju Nakhichevan. Wilayah eksklave Azerbaijan ini unik, berbatasan langsung dengan Iran namun terpisah dari daratan utama Azerbaijan oleh Armenia. Kejadian di kawasan yang secara geografis rumit ini semakin memperkeruh situasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar