Kementerian Pertahanan Inggris akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (4/3), mereka memberikan klarifikasi penting.
Begitu bunyi penegasan resmi mereka, seperti dikutip media.
Di sisi lain, aktivitas militer Inggris di kawasan tetap berjalan. Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa semalam, jet tempur RAF Typhoon dan F-35B melanjutkan operasi defensif di seluruh Timur Tengah. Mereka didukung oleh pesawat pengisian bahan bakar Voyager, semua untuk membela kepentingan Inggris dan sekutunya.
Jadi, meski bentuk dronenya mirip, asal-usulnya bukan dari Iran. Sebuah penegasan yang justru membuka lebih banyak pertanyaan tentang siapa sebenarnya di balik serangan itu.
Artikel Terkait
Gubernur Bali Janjikan Dukungan Penuh dan Perbaikan Infrastruktur untuk Kemala Run 2026
PDIP Jatim Santuni 500 Anak Yatim dan 50 Janda dalam Peringatan Nuzulul Quran
Kapolda Riau Tawarkan Solusi Waste-to-Energy Atasi Darurat Sampah di TPA Muara Fajar
Korlantas dan Gubernur Bali Koordinasi Pengamanan Operasi Ketupat, Nyepi, dan Kemala Run