Dini hari yang sunyi di pangkalan udara Akrotiri, Siprus, tiba-tiba pecah. Sebuah drone yang punya kemiripan mencolok dengan model Shahed buatan Iran, berhasil menyusup. Yang menarik, ia lolos dari radar canggih yang menjaga pangkalan Angkatan Udara Inggris itu.
Responsnya cepat. Jet tempur Typhoon dan bahkan enam F-35, yang termasuk paling mutakhir di dunia, langsung dikerahkan. Misi mereka satu: menghancurkan ancaman itu.
Untungnya, kerusakan yang ditimbulkan terbatas. Menurut para pejabat setempat, hanya sebuah hanggar pesawat di dekat landasan pacu yang mengalami kerusakan.
Namun begitu, kejadian ini punya konteks yang panas. Serangan drone itu terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar ke Iran. Serangan yang, seperti dilaporkan, menewaskan ratusan orang itu terjadi pada akhir pekan sebelumnya.
Lalu, dari mana drone itu datang? Pertanyaan ini jadi pusat perhatian.
Artikel Terkait
Gubernur Bali Janjikan Dukungan Penuh dan Perbaikan Infrastruktur untuk Kemala Run 2026
PDIP Jatim Santuni 500 Anak Yatim dan 50 Janda dalam Peringatan Nuzulul Quran
Kapolda Riau Tawarkan Solusi Waste-to-Energy Atasi Darurat Sampah di TPA Muara Fajar
Korlantas dan Gubernur Bali Koordinasi Pengamanan Operasi Ketupat, Nyepi, dan Kemala Run