Di ruang rapat Kemenko PMK, Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyuarakan keprihatinan yang mendesak. Isu kesehatan jiwa anak dan remaja, menurutnya, harus jadi perhatian serius pemerintah daerah. Tanpa dukungan nyata dari tingkat lokal, upaya penanganannya bakal mentok di tengah jalan. Itu sebabnya, Tito menekankan, kepala daerah wajib mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD mereka untuk program ini.
"Jadi, kalau ingin kita membuat itu diprogramkan, maka harus dialokasikan uangnya pada saat perencanaan APBD," tegas Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada kelompok usia muda. Forum yang digelar di Kantor Kemenko PMK itu memang menghadirkan sejumlah menteri kunci.
Tito bukan tidak paham soal kesenjangan. Kemampuan fiskal tiap daerah, ia akui, sangat beragam. Nah, bagi daerah yang terbatas dananya, intervensi dari pemerintah pusat mutlak diperlukan. Tapi bukan cuma soal uang. Ada hal lain yang ia anggap penting: pemahaman.
"Nanti kita akan mengundang, supaya mereka (kepala daerah) wajib hadir," kata Tito.
Rencananya, akan diadakan pertemuan virtual khusus dengan para bupati dan walikota. Tujuannya jelas: memberi pemahaman mendalam agar dukungan yang mereka berikan nanti benar-benar optimal. Karena komitmen tanpa paham esensi masalah, hasilnya bisa setengah-setengah.
Artikel Terkait
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan
Kemenag Dorong Pesantren Besar Sediakan Psikolog untuk Santri
Pemerintah Targetkan Konversi 4-6 Juta Motor BBM ke Listrik per Tahun