Targetnya sudah jelas: RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga harus rampung tahun ini. Itulah komitmen yang ditegaskan Badan Legislasi DPR. Ketua Baleg, Bob Hasan, menyebut pembahasan rancangan undang-undang yang dinanti-nanti itu terus bergulir, dengan ruang partisipasi publik yang tetap dibuka lebar.
“Kalau tahun ini sudah dipastikan tahun ini, ya,” ujar Bob Hasan di Senayan, Kamis lalu (5/3/2026).
“Tetapi kalau untuk bulannya, saya tidak bisa berestimasi seperti itu,” tambahnya.
Menurut politikus Gerindra itu, pembahasan akan kembali digeber pasca 10 Maret, saat masa sidang DPR dimulai. Berbagai masukan dari masyarakat diharapkan bisa menyempurnakan draf yang ada. Bob menekankan, konsultasi dan partisipasi publik yang bermakna adalah hal yang tak pernah diabaikan, apalagi untuk RUU sepenting ini.
“Khususnya tentang PPRT, betapa pentingnya karena berliku-liku. Ini menyangkut perlindungan dan juga mekanisme penyelesaian masalah,” jelasnya.
Soal aspirasi yang masuk, Bob Hasan memastikan hampir semuanya akan tertampung. Namun begitu, ia memberi catatan.
“Tapi jangan salah. Menampung dalam materi muatan itu tidak harus leterlek kalimatnya sama persis. Esensi dan harapan di balik setiap pendapat itulah yang akan kita masukkan,” tegasnya.
Nantinya, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan dilibatkan dalam pembahasan lebih lanjut.
Di sisi lain, desakan untuk segera mengesahkan RUU ini makin keras. Lita Anggraini dari Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT) menyuarakan kegentingannya. Aturan ini, katanya, sudah dinanti selama 22 tahun.
“Segera secepat mungkin,” desak Lita.
“Ini mendesak untuk mencegah kekerasan dan diskriminasi terhadap pekerja rumah tangga.”
Harapannya, proses di parlemen bisa dipercepat. “Kalau bisa, tanpa RDP lagi, langsung pleno untuk bahas pasal-pasal. Kita berharap pimpinan DPR menyetujui ini jadi RUU inisiatif, cepat dibahas dengan pemerintah, dan jadi undang-undang,” imbuhnya.
Jadi, perjalanan RUU PPRT masih panjang. Tapi target tahun ini, setidaknya, memberi secercah harapan baru.
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga dari Blitar
Buku Biografi Kebijakan Kikiek Kupas Kapolri Listyo Sigit Lewat Keputusan Genting
Iran Siap Kerahkan Semua Kemampuan Hadapi Ancaman AS di Selat Hormuz
PDIP Tak Terusik Klaim JK Soal Peran Besar Antar Jokowi ke Kursi Presiden