Di sisi lain, pihak Saudi lewat unggahan terpisah di platform yang sama mengonfirmasi panggilan itu. Mereka menyebut kedua menteri memang membahas perkembangan terbaru di kawasan dan berbagai upaya untuk meredakan ketegangan. Nada mereka sejalan, meski detailnya tak sepenuhnya diungkap.
Latar belakang percakapan diplomatik ini memang suram. Memasuki akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Serangan itu dikabarkan menimbulkan kerusakan dan, yang paling memilukan, korban di kalangan warga sipil. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di sekitar sana.
Menghadapi eskalasi yang berbahaya ini, Indonesia tak cuma berpangku tangan. Pemerintah secara tegas menyerukan penghentian permusuhan segera. Lebih dari itu, mereka menyatakan kesiapan untuk turun tangan memfasilitasi dialog yang diharapkan bisa mengembalikan stabilitas di kawasan.
Bahkan Presiden Prabowo Subianto, melalui jalur diplomasi Kemenlu, ikut menyuarakan hal serupa. Indonesia siap mendukung segala upaya diplomatik yang bertujuan meredakan ketegangan. Itu komitmen yang mereka pegang, di tengah situasi yang makin rumit dan tak menentu.
Artikel Terkait
Bareskrim Serahkan Rp58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Kahf Gelar Global Ramadan Connect 2026, Jangkau Lebih dari 8.150 Peserta di 6 Negara
Erick Thohir Bahas Persiapan Timnas dan Naturalisasi Maarten Paes dengan Menkum HAM
Azerbaijan Protes ke Iran Usai Drone Serang Bandara dan Sekolah di Nakhichevan