Di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026) pagi, suasana tampak berbeda. Berbagai elemen terkumpul untuk Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Nasional 2026. Acara yang dipimpin langsung oleh Menko Polkam Djamari Chaniago ini memang sengaja digelar di Riau, sebuah provinsi yang akrab dengan bencana asap dan api.
Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Suharyanto. Dari unsur daerah, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin jajaran Forkopimda setempat. Tak ketinggalan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihanto, hingga perwakilan Basarnas, BMKG, dan BPBD. Bupati dan wali kota se-Riau juga hadir, menandai pentingnya kolaborasi ini.
Dalam amanatnya, Djamari menekankan bahwa apel ini jauh lebih dari sekadar ritual tahunan. Ini adalah langkah strategis untuk mengencangkan ikat pinggang sebelum musim kemarau tiba. Riau, dengan catatan karhutla-nya, menjadi panggung yang tepat untuk menguji kesiapan itu.
“Kita perlu ingat,” ujarnya, tegas.
“Alam akan bereaksi sesuai aksi kita. Sebaliknya, aksi kita akan menentukan bagaimana alam membalas. Pertanyaannya, bisakah kita memberi yang terbaik untuk alam?”
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Menurut Djamari, menjaga alam adalah tanggung jawab kolektif yang tak bisa ditawar. Apel kesiapsiagaan ini, di mata dia, adalah titik awal untuk memperbaiki hubungan manusia dengan lingkungannya.
Artikel Terkait
Bayi Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pasar Minggu, Diduga Ditinggalkan Pria Bawa Tas Hitam
Kim Jong Un Klaim Kemajuan Nuklir Angkatan Laut Usai Uji Coba Rudal Jelajah
Nuzulul Quran 2026 Diperkirakan Jatuh pada 5-6 Maret
Uang Takziah Raib di Rumah Duka, Pelaku Perempuan Beraksi Saat Keluarga Berduka