“Alam pasti membalas dengan kebaikan. Ini prinsip dasar yang harus kita pegang,” jelasnya lebih lanjut.
“Ini tanggung jawab kita pada bangsa, dan kewajiban kita menjaga karunia Allah SWT.”
Ia ingin semua pihak memahami bahwa agenda seperti ini adalah simbol nyata. Simbol kesiapan seluruh anak bangsa untuk merawat dan mengawasi hutan serta lahan dengan sungguh-sungguh.
“Ini bukti bahwa kita siap merawat kekayaan alam,” ungkap Djamari.
“Tujuannya bukan cuma mencegah kebakaran di satu titik. Dampaknya jauh lebih luas, menyelamatkan ekosistem dan masa depan.”
Dengan kata lain, pesannya jelas: pencegahan karhutla adalah kerja semua pihak, dan momentum di Pekanbaru itu diharapkan jadi pengingat yang kuat sebelum musim kering benar-benar datang.
Artikel Terkait
Bayi Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pasar Minggu, Diduga Ditinggalkan Pria Bawa Tas Hitam
Kim Jong Un Klaim Kemajuan Nuklir Angkatan Laut Usai Uji Coba Rudal Jelajah
Nuzulul Quran 2026 Diperkirakan Jatuh pada 5-6 Maret
Uang Takziah Raib di Rumah Duka, Pelaku Perempuan Beraksi Saat Keluarga Berduka