Alwi mengakui, jeda itu sempat mengganggu konsentrasinya. “Saya rasa kehilangan momentum di gim pertama karena beberapa kali terhenti. Tapi saya coba fokus lagi, poin demi poin,” katanya.
Memasuki gim kedua, wajah pertandingan berubah total. Alwi tampil jauh lebih agresif. Dengan permainan menyerang, dia membungkam Shetty dengan skor telak 21-9. Gim penentuan pun berlangsung sengit. Alwi unggul 11-6 saat interval dan berhasil menjaga jarak aman. Meski Shetty sempat mendekat di akhir, Alwi menutup pertandingan 21-17.
Kunci kebangkitannya? Mengalahkan keraguan sendiri. “Di gim kedua dan ketiga, saya bisa bangkit. Saya berhasil melawan diri sendiri, melawan rasa ragu yang ada di dalam,” tutur Alwi.
Dengan hasil ini, babak selanjutnya menantang. Alwi akan berjumpa dengan Chou Tien Chen dari Taiwan, unggulan ketujuh. Chou melaju setelah lawannya, Chi Yu Jen, mundur saat tertinggal.
Yang pasti, pesan dari Birmingham hari ini jelas: di tunggal putra All England, siapa pun bisa menang. Peluang terbuka lebar, terutama bagi pemain muda dan non-unggulan yang punya nyali. Seperti kata Alwi, “Kita tidak pernah benar-benar tahu kekuatan satu sama lain di sini. Jadi, yang penting berusaha di setiap poin.”
Artikel Terkait
DPR Desak Perlindungan Khusus untuk Ribuan PMI di Timur Tengah yang Memanas
Mulan Jameela Gelar Bukber dan Santunan Yatim Bersama Artis Senior
KPK Bantah Gugatan Praperadilan Yaqut, Sebut Dalil di Luar Kewenangan
Menteri Luar Negeri Iran Sebut Trump Pengkhianat Usai Serangan AS-Israel Guncang Negosiasi Nuklir