Trump Keluhkan Hubungan AS-Inggris yang Tak Lagi Seperti Dulu, Pengamat Sebut Akibat Perebutan Kepentingan di Timur Tengah

- Kamis, 05 Maret 2026 | 04:10 WIB
Trump Keluhkan Hubungan AS-Inggris yang Tak Lagi Seperti Dulu, Pengamat Sebut Akibat Perebutan Kepentingan di Timur Tengah

Nah, di sinilah masalahnya. Ambisi Amerika di kawasan itu justru sering kali bikin khawatir sekutunya sendiri. Ambisi itu dinilai mengganggu, bahkan mengancam, kepentingan ekonomi negara seperti Inggris dan Prancis.

"Ambisi dan kebijakan AS di kawasan Timur Tengah dan Teluk Persia makin hari makin mengkhawatirkan kepentingan negara-negara Eropa terutama Inggris dan Prancis," ungkap Fredy.

Alasannya sederhana: kontrak-kontrak konsesi minyak yang menggiurkan. Selama ini, kontrak-kontrak itu dikuasai oleh Inggris dan Prancis. Keterikatan mereka dalam persekutuan dengan AS justru berpotensi membuat mereka kehilangan sumber daya vital tersebut.

Maka, wajar saja jika sikap Inggris mulai berubah. Lama-kelamaan, beban untuk selalu mengikuti kemauan Washington terasa memberatkan. Kepentingan nasional mereka sendiri terancam.

"Tidak terlalu mengherankan kalau pihak Inggris dalam hal ini tidak lagi sepenuhnya mengikuti semua keinginan dan ambisi di Timur Tengah dan Teluk Persia," imbuh Fredy.

Jadi, keluhan Trump itu mungkin lebih dari sekadar nostalgia. Ia adalah gema dari sebuah realitas yang sedang berubah: sekutu punya jalannya sendiri.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar