Sidoarjo – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di sebuah tempat di Sidoarjo, Rabu (4/3/2026) sore itu. Ratusan petani dan nelayan berkumpul, tidak hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga untuk bertemu langsung dengan wakil mereka di Senayan, Bambang Haryo Soekartono. Anggota DPR RI dari Komisi VII itu tampak menyimak satu per satu keluhan yang dilontarkan.
Beragam aspirasi mengalir, mulai dari soal bibit, hama, hingga dampak lumpur Lapindo yang dirasakan mengganggu tangkapan ikan. BHS, sapaan akrabnya, berjanji akan membawa semua suara dari akar rumput ini ke meja rapat Paripurna DPR RI. “Ini bahan perjuangan kita,” tegasnya.
Menurutnya, potensi pertanian di Sidoarjo masih sangat besar. Lahan produktifnya mencapai sekitar 18 ribu hektare. Namun, untuk mengoptimalkannya, dukungan pemerintah mutlak diperlukan. BHS secara khusus menyoroti dua hal: bibit dan hama.
Di sisi lain, persoalan klasik nelayan juga tak luput dari perhatian. Bukan cuma soal BBM atau nelayan ilegal, tapi ada satu masalah yang terus menggelayuti: lumpur Lapindo. Para nelayan mengeluhkan bahwa semburan lumpur itu diduga mencemari perairan dan menurunkan kualitas hasil tangkapan, terutama kerang.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tersangka, Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
KPK Ungkap Modus Tender Dimenangkan Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan
Hidayat Nur Wahid Desak Evaluasi Cepat Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Trump
Ketum PPP Ingatkan Sikap RI Atas Konflik Internasional Harus Berakar pada Konstitusi