Ia berjanji akan mendorong pemeriksaan menyeluruh soal sedimentasi dan kandungan zat berbahaya itu. Jika terbukti merugikan, aliran lumpur ke sungai dan laut harus segera ditata ulang.
Forum silaturahmi seperti ini rupanya mendapat sambutan positif. Gatot, salah seorang petani yang hadir, mengaku merasa dihargai.
Apresiasi serupa datang dari Misbah, perwakilan nelayan. Ia menceritakan, kepedulian BHS sudah mereka rasakan dalam beberapa hal konkret.
Melalui pertemuan langsung ini, harapannya jelas: kesejahteraan petani dan nelayan Sidoarjo bisa terdongkrak. BHS bertekad untuk terus mendorong kebijakan yang lebih berpihak dan melakukan pengawasan ketat di tingkat pusat. Semua itu, agar jerih payah mereka di laut dan sawah tidak sia-sia.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tersangka, Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
KPK Ungkap Modus Tender Dimenangkan Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan
Hidayat Nur Wahid Desak Evaluasi Cepat Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Trump
Ketum PPP Ingatkan Sikap RI Atas Konflik Internasional Harus Berakar pada Konstitusi