Minggu pagi yang seharusnya tenang di Jalan Toddopuli Raya, Makassar, berubah jadi mencekam. Sekitar pukul tujuh, aksi sekelompok remaja yang sedang "perang-perangan" dengan senjata tajam memicu kepanikan. Warga sekitar resah. Mereka melaporkan gangguan itu ke polisi, menyebut para remaja itu tak hanya bermain di jalan, tapi juga sampai mencegat dan menendang pengendara yang lewat.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, membenarkan laporan itu. Menurutnya, aksi yang dilakukan remaja tersebut, termasuk korban bernama Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18), dinilai sangat meresahkan.
"Tindakannya ini sangat meresahkan warga masyarakat," ungkap Arya, Rabu (4/3/2026).
Mendapat laporan, Iptu N pun bergerak ke lokasi. Begitu tiba, situasinya sudah panas. Bertrand disebutkan sedang melakukan tindakan keras terhadap seorang pengendara motor. Iptu N turun dari mobil, langsung berusaha menangkapnya sambil melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Namun begitu, upaya penangkapan itu berakhir tragis. Saat digiring, Bertrand meronta-ronta berusaha kabur. Dalam kericuhan itu, pistol di tangan Iptu N meletus. Peluru mengenai bagian belakang tubuh remaja 18 tahun itu.
Bertrand segera dilarikan. Pertama ke RS Grestelina, lalu dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar karena keterbatasan alat. Sayangnya, semua upaya itu sia-sia.
"Ketika sudah di Rumah Sakit Bhayangkara, ternyata Bertrand sudah meninggal dunia," jelas Arya Perdana.
Artikel Terkait
Bangka Belitung Pastikan Ternak Sehat dan Stok Aman Jelang Idulfitri
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Diserahkan ke Kedubes Jepang, Perkuat Diplomasi Budaya
Mendag Andalkan Sistem Pantau Harian untuk Jaga Stok dan Harga Jelang Lebaran
Pemuda Dibawa Warga ke Polres Serang Diduga Perkosa Remaja 15 Tahun