TVRINews, Bangka Belitung
Menjelang Idulfitri tahun ini, suasana di Bangka Belitung terasa cukup tenang. Kabar baik datang dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat: kondisi hewan ternak di provinsi ini dinyatakan aman. Yang paling penting, mereka bebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Memang, PMK yang kerap menyerang sapi atau kambing itu cukup meresahkan. Namun begitu, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan wilayah kepulauan ini masih terkendali. Potensi penyebaran wabah bisa dibilang sangat kecil.
Lalu, bagaimana cara menjaganya? Pemerintah punya langkah preventif. Sebanyak 10.000 dosis vaksin PMK dari pusat sudah dialokasikan untuk Bangka Belitung.
Menurut drh. Endah Sukaisih, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP, seluruh vaksin itu sudah disuntikkan. Sasaran utamanya adalah peternakan rakyat dan sentra-sentra penggemukan di tujuh kabupaten dan kota.
"Vaksinasi difokuskan pada peternakan rakyat dan sentra-sentra penggemukan hewan untuk memperkuat imunitas serta mencegah potensi penularan," jelas Endah, Rabu (4/3/2026).
Selain suntikan massal, pengawasan juga diperketat. Koordinasi dengan balai karantina dan kepolisian diintensifkan, terutama di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara. Tujuannya sederhana: memastikan setiap hewan yang masuk dari luar daerah benar-benar sehat dan punya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang lengkap.
Nah, soal persediaan daging untuk Lebaran, bagaimana? Masyarakat tampaknya tak perlu cemas. Kebutuhan daging sapi diprediksi sekitar 22.000 ekor. Angka yang tidak sedikit.
Tapi Endah memastikan, stok ternak yang ada saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan itu. Meski begitu, ia mengakui satu hal yang hampir selalu terjadi saat hari besar: harga berpotensi naik. Pasar memang punya logikanya sendiri ketika permintaan melonjak.
Di sisi lain, komitmen pemerintah provinsi jelas: menjaga stabilitas pasokan dan kesehatan ternak. Harapannya, masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa harus pusing memikirkan ketersediaan atau kualitas daging di meja makan.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Nias Utara, Getaran Terasa hingga Skala MMI V
Jusuf Kalla Klarifikasi Pernyataan Syahid dan Martir Usai Dilaporkan ke Polda
Polisi Tangkap Dua Residivis Pencuri Brankas Berisi 1 Kg Emas di Pinrang
Inggris dan Prancis Pimpin Misi Multinasional Amankan Selat Hormuz