Mensos Kritik Ego Sektoral Data, Soroti Pentingnya Data Tunggal untuk Bansos

- Rabu, 04 Maret 2026 | 19:35 WIB
Mensos Kritik Ego Sektoral Data, Soroti Pentingnya Data Tunggal untuk Bansos

"Pusing bikin sendiri, sehingga provinsi punya data sendiri, kabupaten punya data sendiri," lanjutnya. "Akhirnya yang terjadi adalah ego sektoral. Kementerian Sosial punya data sendiri, sombong ini, gaya-gayaan banget."

Gambaran yang dilukiskannya terasa nyata sekaligus menggelikan. Ia mendeskripsikan sebuah siklus yang berputar di tempat.

"Diatur-atur sendiri, habis itu menyalurkan bansos, disalurkan sendiri, dievaluasi sendiri, akhirnya tepuk tangan sendiri," jelas Gus Ipul.

"Orang lain mau tepuk tangan terserah, nggak tepuk tangan terserah, yang penting urusan kita beres. Yang lain juga sama melakukan hal yang sama. Data saya ini, yang saya salurkan ya ini. Habis itu diukur sendiri, tepuk tangan sendiri."

Poinnya jelas. Kerja yang seharusnya kolaboratif malah berubah jadi perlombaan klaim keberhasilan individu. Di sinilah DTSEN diharapkan jadi solusi pemersatu, mengakhiri kekacauan data yang sudah berlangsung lama.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar