Dominasi PT RNB semakin menjadi. Di tahun 2025 saja, mereka mengerjakan proyek outsourcing di 17 Perangkat Daerah, tiga RSUD, dan satu kecamatan. Gila juga.
Lalu, berapa uang yang berputar? Selama kurun 2023-2026, transaksi yang masuk ke PT RNB mencapai Rp46 miliar, bersumber dari kontrak dengan pemkab.
Tapi, dari angka segitu, yang dipakai buat bayar gaji pegawai outsourcing cuma sekitar Rp22 miliar. Lalu kemana sisanya?
"Sisanya dinikmati dan dibagikan ke keluarga Bupati," tegas Asep. Totalnya sekitar Rp19 miliar, atau hampir 40% dari total transaksi.
Berikut rincian pembagiannya:
- Fadia Arafiq (FAR) sendiri: Rp5,5 miliar.
- Suami (ASH): Rp1,1 miliar.
- Orang kepercayaan, Rul Bayatun (RUL): Rp2,3 miliar.
- Anak, Muhammad Sabiq (MSA): Rp4,6 miliar.
- Anak lainnya, Mehnaz Na (MHN): Rp2,5 miliar.
- Ada juga penarikan tunai mencapai Rp3 miliar.
Menurut penyelidikan, bagi-bagi uang ini diatur rapi oleh Fadia melalui sebuah grup WhatsApp bernama 'Belanja RSUD'. Setiap pengambilan uang untuk sang bupati, stafnya melaporkan dan mendokumentasikannya di grup itu.
"Setiap pengambilan uang untuk bupati, staf selalu melaporkan, mendokumentasikan, dan mengirimkannya melalui grup WA tersebut," tutur Asep.
KPK belum berhenti. Mereka masih akan menelusuri kemungkinan modus lain yang dilakukan menggunakan perusahaan ini. Kasus ini masih panjang, dan kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Polda Bali Musnahkan Narkoba Senilai Rp20 Miliar, Selamatkan 39 Ribu Potensi Pengguna
Kolaborasi Tiga Lembaga Gelar Pelatihan Ekonomi Syariah untuk 500 Penyandang Disabilitas
OJK dan Bareskrim Geledah PT MASI Usut Dugaan Manipulasi IPO
Sistem Pertahanan NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Menuju Wilayah Udara Turki