“Cuma syaratnya ya Nyepinya berjalan, tapi takbirnya juga berjalan.”
Lalu, bagaimana solusi praktisnya? Nasaruddin menyebut akan ada aturan teknis terkait penggunaan pengeras suara atau sound system di masjid-masjid. Rencananya, ada pembatasan waktu. Sound system tak akan digunakan dalam rentang jam 6 sampai 9 pagi, untuk menghormati kekhusyuan Nyepi.
Di sisi lain, pertemuan itu juga membahas hal lain yang tak kalah klasik: potensi perbedaan penentuan hari Lebaran. Nasaruddin menegaskan bahwa perbedaan itu sudah biasa di Indonesia. Keputusannya nanti akan menunggu hasil Sidang Isbat.
“Lebarannya juga ya perbedaan menjadi suatu hal biasa di Indonesia nanti kita akan lihat Sidang Isbat penentuannya kapan Idul Fitri akan datang,” pungkasnya.
Jadi, intinya, pemerintah sudah mengantisipasi. Mereka berusaha mencari titik temu agar dua perayaan besar yang kebetulan jatuh pada hari yang sama ini bisa berjalan berdampingan dengan damai.
Artikel Terkait
Bangka Belitung Pastikan Ternak Sehat dan Stok Aman Jelang Idulfitri
Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Diserahkan ke Kedubes Jepang, Perkuat Diplomasi Budaya
Mendag Andalkan Sistem Pantau Harian untuk Jaga Stok dan Harga Jelang Lebaran
Pemuda Dibawa Warga ke Polres Serang Diduga Perkosa Remaja 15 Tahun