Begitu bunyi pernyataan itu, singkat tapi jelas.
Percakapan dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, membahas hal serupa. Kremlin menyebut kedua pemimpin itu sama-sama khawatir konflik bakal meluas dan berpotensi menarik negara-negara lain ikut terlibat. Kekhawatiran yang sangat masuk akal.
Sementara kepada Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, Putin lebih blak-blakan. Dia menyatakan Rusia siap melakukan apa saja yang diperlukan untuk menstabilkan kawasan. Sebuah janji yang ambisius, tentu saja.
Jadi, inilah langkah Putin. Di saat ketegangan memuncak, dia mengulurkan tangan sekalian mungkin mengukuhkan posisi Rusia sebagai pemain kunci yang tak bisa diabaikan di peta geopolitik Timur Tengah.
Artikel Terkait
Polda Bali Musnahkan Narkoba Senilai Rp20 Miliar, Selamatkan 39 Ribu Potensi Pengguna
Kolaborasi Tiga Lembaga Gelar Pelatihan Ekonomi Syariah untuk 500 Penyandang Disabilitas
OJK dan Bareskrim Geledah PT MASI Usut Dugaan Manipulasi IPO
Sistem Pertahanan NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Menuju Wilayah Udara Turki