Lalu, bagaimana BSI menyikapi lonjakan permintaan ini? Anton menyebut, manajemen persediaan mereka sudah diatur sedemikian rupa. Saat ini, BSI bekerja sama dengan beberapa supplier terpercaya. Ke depannya, kemungkinan menambah mitra juga terbuka, tentu setelah melalui kajian risiko yang matang.
Yang menarik, kemudahan akses jadi kunci lain. Melalui superapps BYOND, nasabah bisa membeli emas secara real-time dengan mudah dan aman. Cukup dengan modal sekitar Rp 50.000, mereka sudah bisa mulai berinvestasi. Fitur transfer saldo emas antar-rekening BSI Emas juga tersedia.
Bagi yang ingin emas fisiknya dicetak, prosesnya pun sederhana. Cukup ajukan melalui aplikasi, lalu ambil di kantor cabang pilihan. Semua dirancang agar nasabah merasa nyaman.
Minat masyarakat yang melampaui ekspektasi ini tak lepas dari sifat emas itu sendiri. Selain aman dan likuid, instrumen ini juga sejalan dengan prinsip syariah. BSI tampaknya membaca peluang ini dengan baik, dan mereka berusaha keras agar stok tak pernah benar-benar habis ditelan permintaan.
Artikel Terkait
Polda Bali Musnahkan Narkoba Senilai Rp20 Miliar, Selamatkan 39 Ribu Potensi Pengguna
Kolaborasi Tiga Lembaga Gelar Pelatihan Ekonomi Syariah untuk 500 Penyandang Disabilitas
OJK dan Bareskrim Geledah PT MASI Usut Dugaan Manipulasi IPO
Sistem Pertahanan NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Menuju Wilayah Udara Turki