Ini jadi pintu masuk. Dari titik itu, Israel perlahan-lahan bisa mengintip rutinitas harian di dalam kompleks yang super ketat. Mereka mengumpulkan data, menganalisis pola. Lama-kelamaan, terbentuklah profil terperinci yang dalam bahasa intelijen Tel Aviv disebut "pola kehidupan".
Jadi, apa saja yang mereka ketahui? Banyak. Alamat rumah para pengawal, jam kerja mereka, rute perjalanan sehari-hari. Bahkan yang paling krusial: pejabat tinggi mana yang dilindungi oleh masing-masing pengawal tersebut. Semua tersusun rapi dalam berkas-berkas intelijen.
Di sisi lain, operasi ini menunjukkan sebuah pergeseran. Perang intelijen tak lagi cuma soal agen lapangan, tapi juga peretasan sistem digital kota. Dan dalam kasus Teheran, tampaknya Mossad sudah jauh lebih dulu masuk.
Artikel Terkait
AS-Israel Serang Iran, Perluasan Konflik Ancam Stabilitas Timur Tengah
Presiden Prabowo Putuskan Nuzulul Quran Digelar di Istana Negara
Dubes Iran Tolak Mediasi Indonesia, Sebut Tak Ada Ruang Negosiasi dengan AS
Pemerintah Rencanakan Batas Usia 16 Tahun untuk Akses Media Sosial Mulai 2026